3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital

info.focustsi.com
info.focustsi.com

Tahun baru ganti pekerjaan baru? Kenapa tidak?

Era digital membuat lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis. Sengitnya persaingan usaha dan perkembangan teknologi memaksa perusahaan untuk menyesuaikan strategi dan aksi bisnis dengan cepat, dan tidak jarang pula dengan perubahan yang drastis. Hal ini menyebabkan beberapa fungsi pekerjaan harus berubah, ditambahkan atau bahkan musnah.

Nah, di sini saya akan membahas profesi kekinian yang dibutuhkan untuk memenangkan kompetisi bisnis di era digital. Tiga profesi yang menjanjikan baik dari segi karir maupun penghasilan di tahun ini bahkan sampai 5 tahun yang akan datang. Lengkap dengan deskripsi pekerjaannya, kemampuan yang dibutuhkan untuk sukses, gaji dan siapa saja yang berprofesi di bidang tersebut.

Lanjutkan membaca “3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital”

Iklan

Introspeksi 2017

pixeldotnymagdotcom
pixel.nymag.com

Biasanya orang-orang akan membuat resolusi tahun baru. Saya belum tertarik untuk membuatnya karena persoalan “Gue udah ngapain aja di tahun ini?” lebih mengusik pikiran. Maka tulisan ini menjadi semacam alat bantu introspeksi di tahun 2017.

Pekerjaan

Mengawali tahun 2017 dengan case yang bikin pusing di kantor. Ada indikasi kuat terjadi penyimpangan pada salah satu proses bisnis di suatu cabang namun data-data yang diperoleh belum signifikan untuk membongkar seluruhnya. Sampai akhirnya kami putar balik, mulai dari ujung awal prosesnya.

Lanjutkan membaca “Introspeksi 2017”

4 Perusahaan Consumer Goods Terbaik Indonesia

blog jobplanet

Setelah pada tulisan sebelumnya membahas mengenai pengenalan industri fast moving consumer goods, kali ini akan coba diperkenalkan perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di industri tersebut. Perusahaan – perusahaan ini ada yang levelnya internasional/multinational corporation atau perusahaan consumer goods nasional. Perusahaan – perusahaan ini menguasai pasar konsumsi dengan produk unggulannya. Mereka menjadi market leader karena merupakan pioneer produk atau perusahaan yang pertama kali mengenalkan produknya ke pasar dan menguasai benak konsumen.

Kita bisa lihat contoh Aqua untuk air mineral, Odol (yang sebenarnya merupakan merek pasta gigi dari Jerman) untuk pasta gigi. Mereka adalah pelopor dan yang pertama memasarkan produknya ke Indonesia. Alhasil, brand mereka menjadi identik dengan produk tersebut. Masyarakat mengasosiasikan produk dengan menyebut brand mereka. Bahkan pada daerah tertentu, terdapat penyebutan salah satu merek sepeda motor sebagai asosiasi dari sepeda motor merk apapun.

Tidak hanya perusahaan consumer goods luar yang merajalela di pasar barang konsumsi Indonesia. Di bawah ini adalah 4 perusahaan consumer goods nasional yang beberapa produknya masuk daftar 10 merek terbaik 2014 dari Kantar Worldpanel Indonesia:

Lanjutkan membaca “4 Perusahaan Consumer Goods Terbaik Indonesia”

Mengenal HORENSO: Metode Pelaporan Kerja ala Jepang

vnmanpower dot com
vnmanpower.com

“Makanya horenso-nya dong, share, jangan apa-apa dipikir sendiri.”

Bagi teman-teman yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan Jepang, tentunya tidak asing dengan kalimat di atas. Biasanya kalau atasan mengetahui ada masalah dengan tugas yang sedang dikerjakan bukan dari kita langsung, kalimat teguran di atas akan kita dapatkan. Horenso ini adalah salah satu elemen dari budaya kerja Jepang.

Perusahaan – perusahaan Jepang menggunakan horenso dalam komunikasi bisnis internal mereka. Horenso sendiri sebenarnya adalah akronim dari Hokoku-Renraku-Sodan atau Report (Melapor) – Contact (Menghubungi) – Consult (Berkonsultasi). Metode ini dapat dipraktikkan oleh seorang atasan dan seorang bawahan, klien dan pemasok, manajer dan staf.

Latar Belakang

Ditemukan suatu temuan yang menarik oleh seorang pionir keselamatan industri AS bernama Herbert Heinrich (1886-1962). Bahwa di dalam 1 kecelakaan pada lingkungan kerja, di belakangnya ada 29 “kecelakaan kecil” yang mengikuti sebelumnya. Kumpulan masalah yang dianggap remeh/kecil ternyata menjadi akumulasi yang menyebabkan masalah besar. Heinrich menyebutkan jika human error atau kesalahan manusia adalah penyebab penumpukkan masalah tersebut.

Frank Bird Jr. (1921-2007) menyempurnakan teori Heinrich dengan menekankan bagaimana pentingnya manajemen kontrol dalam suksesnya program pencegahan kecelakaan. Diperlukan informasi dan penjelasan tentang bahaya yang ada sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.

Tujuan

Dari 2 teori di atas, terdapat akar masalah yang sama tentang bagaimana kecelakaan atau masalah terjadi. Yaitu human error yang kebanyakan berupa lupa dan kekurang pahaman sumber daya manusia terkait atas pekerjaannya. Horenso bertujuan untuk

Lanjutkan membaca “Mengenal HORENSO: Metode Pelaporan Kerja ala Jepang”