Haji Murad

buku_Haji-Murad_

Judul Novel: Haji Murad

Pengarang: Leo Tolstoy

Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

Tahun Terbit: Juli 2013

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: 238

“Kukira kau tidak pernah takut dengan apapun.”

“Setelahnya tidak pernah. Sejak itu, aku selalu mengingat rasa malu itu dan, ketika mengingatnya, aku tidak takut apa-apa lagi.

Novel ini mengisahkan kepahlawanan Muslim Kaukasus dengan Haji Murad sebagai tokohnya melawan penjajahan Rusia yang ketika itu masih dibawah pemerintahan monarki Tsar Nicholas. Bercerita tentang militansi pejuang Muslim, faksi-faksi dalam gerakan perjuangan, sampai intrik politik pada pihak Rusia.

Sosok Haji Murad yang berperan sebagai wakil Imam pasukan Muslim Kaukasus dengan karakter religius, pemberani, dan penyayang keluarga jelas bertolak belakang dengan sifat Tsar Nicholas yang disinggung oleh novel ini.

Bagaimana awalnya Haji Murad yang dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ningrat suku Kaukasus, dimana hidupnya diisi dengan kenyamanan dan kesenangan berubah menjadi kehidupan yang keras dan sulit demi melawan Rusia yang menjajah negerinya. Dan bagaimana pula ketika nyawa Ibu, Istri dan keenam anaknya terancam bahaya dia harus “berdamai” dengan prinsipnya, semua dikisahkan dengan mendebarkan di novel ini.

Yang jelas, perjuangan Haji Murad ini dianggap layak untuk ditulis oleh Leo Tolstoy yang notabene adalah orang Rusia dan pernah ikut serta dalam dinas kemiliteran di Kaukasus. Dan mungkin juga, kisah ini adalah salah satu sebab yang menginspirasi para pejuang Chechnya dan Dagestan, sampai saat ini untuk terus menggelorakan perjuangan kemerdekaan dari Rusia.

Mata air mereka telah dikotori, tentu saja dengan disengaja, sehingga tidak mungkin mengambil air dari dalamnya. Masjid pun dikotori…

Perasaan yang dialami oleh semua warga Chechnya, besar dan kecil, lebih dahsyat daripada sekedar kebencian. Bukanlah kebencian, tetapi penolakan mengakui anjing-anjing Rusia ini sebagai manusia, rasa benci, jijik, dan bingung atas kekejaman tidak masuk akal makhluk ini, tentang keinginan menyingkirkan mereka…..sama alaminya dengan naluri mempertahankan diri.

Iklan

3 thoughts on “Haji Murad”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s