Jumatulis #3 Cepirit – Jamu Mujarab

Basah dan lengket. Terasa mengganggu. Aku khawatir tampak membekas. Harusnya aku tidak memaksakan minum jamu saat perut masih kosong. Tapi memang aku butuh sugesti jamu mujarab itu untuk hadir di acara tv sepenting ini. Jamu yang kata orang-orang tua kampungku bisa bikin orang kelihatan pinter.

“Pak Widoko, Anda kenapa?”

“Pak Wi, Anda tampak pucat. Apa pertanyaan saya terlalu sulit?”

“Ndak apa. Mbak moderator dan mas penanya, ayo lanjutkan dialog kita.”

“Jadi benar saya tidak punya visi dan program politik kalau nanti terpilih jadi Presiden, saya kan tinggal melanjutkan yang sebelumnya. Ya wong program yang sudah ada aja belum semua dijalankan, buat apa saya nyiapin program baru. Iya tho? Hahaha.”

Penonton di studio ikut terbahak tertawa.

“Saya populer aja udah cukup, ndak perlu program macem-macem lagi.”

Kini tepuk tangan dari penonton yang berbunyi.

“Tapi Pak Wi, AFTA sudah menunggu di depan. Sedangkan persoalan ekonomi negara yang saya tahu sudah menumpuk setinggi podium tempat bapak berdiri sekarang. Banyak yang mengatakan ekonomi akan langsung lumpuh begitu barang-barang China masuk gratis ke Tanjung Priok. PHK dimana-mana, rakyat ngamuk. Istana bisa langsung ambruk kena amukan mereka. Masa Pak Wi gak punya program solusi  untuk kita?”

Sekarang bukan hanya terasa semakin basah dan lengket saja. Banjir dan bau terasa, membuatku malu. Mbak moderator pun terpaksa menghentikan acara.

Iklan

4 thoughts on “Jumatulis #3 Cepirit – Jamu Mujarab”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s