Jumatulis #6 Peran Kumis dan Kopi Bagi Security

Pria Berkumis

Kalau kita dihadapkan pada gambaran kumis dan kopi, pasti akan terlintas sesuatu yang sangat maskulin. Kumis dan kopi identik sebagai identitas kaum pria. Apalagi dulu, pada abad 18 sampai dengan akhir  abad 19 yang lalu kumis dan jenggot seakan menjadi identitas yang wajib menempel pada muka pria. Seperti kumis, semakin melenting dia keatas, akan semakin tampak sangar dan gagah pemilik kumis tersebut. Sedangkan kopi, menjadi minuman wajib untuk menemani aktivitas bagi para pria. Kopi banyak digunakan sebagai obat kuat melek.

Nah disini kini, atribut kumis dan kopi dipake oleh bapak-bapak keamanan kompleks kantor untuk menemani tugasnya. Kumis untuk menakut-nakuti para maling, dan kopi yang menjaga mereka tetap waras dan segar dalam menjalankan tugas. Mereka harus mengaktifkan semua panca indera sampai waktu shift mereka habis, demi selalu menghadirkan sikap waspada dan siaga.

Walaupun sudah bersiap dan berusaha seperti itu, yang namanya roda kehidupan, kadang mereka juga menemui kegagalan dalam tugasnya. Kalau sudah seperti ini, ketika mereka kecolongan, segala sumpah serapah dan bahkan tuduhan berkomplot dengan maling akan mereka terima. Dan tanpa ampun, tanpa SP (Surat Peringatan) 1, 2, 3 perintah pemecatan akan dikeluarkan. Dan mereka para pria yang gagah itu, hanya bisa pasrah menerima keputusan majikan kapitalisnya, serta berusaha memikirkan alasan apa yang akan mereka sampaikan pada istri yang sedang bunting menunggu dirumah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s