Sebuah Tanya Pada Tuhan: Sengal Jalanan

Penat.
 Jemu.
 Kutermangu dalam hiruk pikuk kuda besi kota
 Tersengal oleh pekat nafas hitam mereka
 Bau berisik mengusik paru-ku
 Menyisakan sedikit lega untuk kewarasan jiwa
 Apa gerangan yang ada dalam benak para pengendara itu?
 Mengendarai kuda besi berlari saling memacu
 Dilupakan nurani untuk mendahului waktu
Iklan

2 thoughts on “Sebuah Tanya Pada Tuhan: Sengal Jalanan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s