Istana Siak: Hadiah Sultan Melayu untuk Republik Indonesia

image
Istana Siak

Berkat mbah gugel, saya tahu tentang tempat ini dan mengusulkan kepada kawan-kawan saya untuk ke sini sebagai penyegaran setelah penat bekerja. Dan berkat peta mbah gugel pula, kami yang baru pertama kali menapakkan kaki di tanah Melayu Riau dan tanpa bantuan warga lokal nekat menyusuri hutan sawit demi menemukan istana ini. Kurang lebih perjalanan yang kami tempuh memakan waktu 3 jam dengan jarak tempuh 100 KM dari Pekanbaru.

Kompleks istananya sendiri terletak di kompleks pemerintahan Kabupaten Siak Sri Indrapura, dan untuk menuju ke sana kami harus melewati jembatan besar yang membelah Sungai Siak.

image
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah

Untuk masuk ke dalam istana, kami harus melepas alas kaki dan membayar tiket masuk tidak sampai Rp 15.000 per orangnya.

image

Dalam istana ini terdapat berbagai peninggalan kesultanan, mulai meriam sampai gramophone. Tapi yang paling terkenal ada dua, yaitu singgasana emas dan lukisan asli Napoleon yang dikirim langsung dari Perancis.

Masuk ke area dalam istana, langsung terlihat tempat dimana sultan menerima tamu kerajaan atau mengadakan pertemuan dengan para bawahannya.

image

Berikutnya dapat terlihat pula ruangan yang memperlihatkan berbagai jenis senjata Kesultanan (disini saya baru tahu kalau ada banyak jenis meriam).

image

image

Sebagai golongan kelas pribumi tertinggi, maka wajar juga kalau dalam istana ini terdapat alat entertainment buatan eropa tempoe doeloe seperti sebuah alat untuk menonton film (sepertinya saya pernah melihat alat sejenis ini juga di Keraton Yogyakarta) dan gramophone.

image

Kemudian bertemulah saya dengan dua benda yang paling terkenal di sini: singgasana emas Para Sultan dan lukisan Sang Kaisar Perancis.

image
Singgasana Emas Sultan Siak

image

Karena saya melihat ada cukup banyak foto dokumentasi kesultanan tempoe doeloe, saya penasaran dengan rupa para putri sultan. Kayak apa cantiknya putri sultan itu? hehehe. Dan setelah muter-muter ke sana kemari sampai naik ke lantai dua istana, ketemu!

image
Foto Para Putri Bangsawan Siak

Sultan Syarif Kasim II adalah penghuni dan pemilik terakhir istana ini. Di jaman keemasan Kesultanan Siak wilayahnya meliputi sepanjang pesisir timur Sumatera (sekarang kira-kira wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau) dan pengaruhnya sampai ke Sambas, Kalimantan Barat.

image
Sultan Syarif Kasim II

Namun, invansi Belanda membuat Kesultanan ini “mengkerut”, mengikuti nasib yang sama dengan keraton-keraton di Jawa. Wilayah kekuasaan dan pengaruhnya mengecil, dan para raja atau sultan turun derajat menjadi semacam mandor untuk rakyatnya sendiri, yang bekerja di bawah pengaruh Belanda.

Mungkin karena menyadari keegoisan primodialisme pendahulunya dan pendahulu raja-raja Nusantara yang mengakibatkan bangsa ini terjajah, Sultan Syarif Kasim II membuat terobosan yang sangat berani. Di usia Republik yang masih sangat muda, diserahkannya Istana Siak, beserta haknya sebagai sultan dan kesultanannya kepada pemerintah. Beliau mengakui Republik Indonesia dan pemerintahan pusat, sebagai otoritas tertinggi di Nusantara baru yang bernama Indonesia. Beliau rela menjadi warga negara biasa, yang sama derajatnya dengan rakyat yang dulu memanggilnya sebagai sultan.

Pada periode akhir hidupnya, beliau mengabdikan diri kepada negara dengan menjadi penasehat Presiden Sukarno. Sultan Syarif Kasim II wafat 23 April 1968 di Rumbai, Pekanbaru, Riau. Jenazahnya dimakamkan di lingkungan Masjid Agung di Kota Siak, Riau. Hingga akhirnya pada 6 November 1998 melalui Kepres No.109/TK/1998, Pemerintah RI memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum Sultan Syarif Kasim II (Sultan Siak XII) dengan anugerah tanda jasa Bintang Mahaputra Adipradana.

image
setelah bolak-balik mencari angle yang pas, akhirnya bisa foto di depan istana. thanks to kakak manis baik hati yang mau direpotin mengambil foto kami ๐Ÿ˜€
Iklan

7 thoughts on “Istana Siak: Hadiah Sultan Melayu untuk Republik Indonesia”

  1. Agak kurang fokus ketika melihat foto para putri bangsawan siak. Ada bayangan Mas Yoga di frame itu. Hampir aja mengira Mas Yoga salah satu dari mereka ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s