Tiga Cara Jitu Mengelola Lupa

dreamstime
dreamstime

Lupa adalah sifat yang menjadikan manusia lebih manusiawi. Kalau kita memiliki kemampuan untuk mengingat dengan sempurna dari setiap yang kita lihat, dengar, atau alami malah akan merepotkan bukan? Karena kita tidak selalu mengalami hal-hal yang menyenangkan dalam hidup. Namun, kalau frekuensi lupa ini terlalu sering dan yang kita lupakan adalah hal-hal yang penting, akan menimbulkan kerepotan juga bagi kita.

Selama ini kita menisbatkan sifat pelupa untuk orang yang secara usia sudah lanjut, dan sikap kita adalah memaklumi mereka karena faktor usia tersebut. Tapi ternyata sifat pelupa ini juga melanda kaum muda, termasuk saya sendiri hehehe. Saya sangat mudah lupa pada detail-detail kecil nan penting. Misal saya pernah lupa masuk kantor di hari yang mengharuskan pegawainya memakai seragam tertentu. Atau saya lupa menyampaikan pesan yang harus disampaikan. Saya juga pernah beberapa kali ketika membawa barang keluar, tapi lupa membawanya kembali haha. Tapi anehnya saya selalu mengingat barang-barang yang sudah saya tata sendiri di tempat tertentu, dan saya secara otomatis akan secara tertib meletakkan barang-barang tersebut pada tempatnya, bahkan seringkali persis seakan tidak pernah diambil sebelumnya.

Dengan sifat ini, tentu bisa dibayangkan kepanikan yang terjadi ketika baru menyadari bahwa ada barang atau detail kecil lain yang ternyata hilang atau tidak ada. Untung beberapa kali rekan kerja saya bisa menutupi kelengahan ini hahaha. Saya ingin berubah, yawong masih muda kok pelupa? Pasti karena ketidakmampuan saya untuk mengelola fokus dan prioritas di pikiran. Jadi saya pun riset mandiri di kampus gratis milik mbah google, dan menemukan beberapa cara untuk mengelola lupa.

Lho kenapa yang dicari bukan cara mengatasi atau menghilangkan sifat pelupa? Karena seperti yang sudah saya singgung di atas, lupa adalah perkara manusiawi. Sesuatu yang sudah built-in dalam manusia. Jika kita mencoba menghilangkannya, ada bagian manusiawi kita yang akan ikut hilang juga (ceilah!).

Maka artikel ini adalah tentang mengelola lupa, dan berikut ini adalah cara-cara jitunya:

  1. Buat Catatan yang Teroganisir

Tentu kita pernah mendengar kata mutiara “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya…”, maka cara pertama yang bisa kita lakukan untuk mengelola lupa adalah dengan membuat catatan untuk mengikat ingatan. Sudah melakukan pencatatan tapi masih sering lupa? Mungkin karena catatanmu tidak rapi dan tersebar dalam berbagai media. Jika tulisanmu susah dibaca karena menyerupai ceker ayam, manfaatkan aplikasi catatan dan pengingat di gawaimu.

Pergunakan satu saja aplikasi notes dan manfaatkan satu aplikasi kalendermu. Segera pindahkan catatan fisikmu yang berceceran di buku tulis atau post it ke dalam gawaimu. Kamu bisa mengaksesnya dengan lebih mudah, hanya perlu swipe dan touch. Tidak perlu repot mencari pulpen, membawa buku tulis, dan membuka halaman per halamannya lagi.

Tapi ada beberapa orang yang merasa lebih mantap jika mengalami sendiri sensasi menulis dengan pulpen pada secarik kertas. Mereka akan merasa lebih mudah mengingat apa yang mereka tulis langsung. Jika kamu termasuk dalam golongan ini, sediakan satu buku tulis khusus yang selalu kamu bawa, bisa dalam bentuk buku agenda yang ada kalender di dalamnya atau jurnal. Buku ini yang menjadi induk catatan pengingatmu. Segera pindahkan catatan di media lain ke buku ini. Buat catatanmu se-simple mungkin dengan mencoret daftar kegiatan yang sudah kamu kerjakan. Jangan lupa alat tulisnya ya!

  1. Aktifkan Otakmu

Buat otak selalu aktif bekerja hingga otot-otot ingatanmu terlatih. Bagaimana caranya? Kamu bisa mencoba bermain catur, mengisi teka-teki silang, bermain puzzle, atau unduh aplikasi yang bertema permainan angka. Otak tentu akan lebih merasa tertantang menyelesaikan permasalahan sehingga “aktif” daripada menghadapi hal-hal yang membuatnya pasif, seperti scroll media sosial seharian.

Ada referensi yang menyebutkan bahwa membaca buku adalah salah satu cara untuk membuat otak aktif, tapi menurut saya akan sangat tergantung dengan jenis bukunya. Menurut saya, salah satu jenis buku tersebut adalah buku berbahasa asing. Karena akan membuat kita tidak hanya mencari arti katanya dalam bahasa Indonesia, kita harus mencari padanan istilah serta kalimatnya juga.

Satu lagi, terlalu banyak membaca juga bisa membuat jenuh pikiran, akibat dari asupan informasi yang menumpuk. Kita harus mengimbanginya dengan menulis.

  1. Berolahraga

Apa hubungannya olah raga dengan olah pikir? Memang raga bisa mempengaruhi pikiran? Ternyata bisa. Jadi Department of Health and Human Services atau Kementerian Kesehatan-nya Amerika Serikat, merekomendasikan minimal 150 menit per pekan untuk melakukan kegiatan aerobik sedang, seperti jalan cepat, atau 75 menit per pekan untuk kegiatan aerobik yang lebih berat, seperti jogging.

Jika kita terlalu sibuk sampai tidak bisa jalan cepat atau jogging dalam takaran waktu tersebut, kita bisa mencoba minimal 10 menit penuh untuk berjalan kaki setiap harinya. Hal ini akan memompa pasokan oksigen ke dalam otak dan berfungsi membantu regenerasi sel-sel otak yang baru.

OK cukup tiga cara dulu ya, nanti kalau kebanyakan malah lupa dan tidak mengerjakan apapun haha. Selamat mencoba!

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/memory-loss/art-20046518

https://dosenpsikologi.com/cara-mengatasi-lupa-dalam-psikologi#

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4504773/masih-muda-sering-lupa-begini-cara-mengatasinya

2 tanggapan untuk “Tiga Cara Jitu Mengelola Lupa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s