Senja Tenggelam di Matamu

senja di Kuta Bali

 

Aku hidup pada kilasan oranye

Menukar gelak senyum mereka dengan semburat merah pada pipimu

 

Bukan pada derai kelabu ombak yang seman saat mencecahkan tumit

Atau lekukan ngarai hijau di bukit Mojo yang menyesakkan lutut

 

Aku ingin hanyut pada alun pesamnya

Membiarkan rebah dalam kilauan gelombangnya

Saat senja tenggelam di matamu…

Jumatulis #13 Senja di Pulau Tidung

Ketika Mang Asep –tour guide Pulau Tidung yang kami sewa- menjelaskan pada kami tentang Jembatan Cinta,  aku malah membayangkan berupa-rupa jenis makhluk hidup yang ada di dalam laut; ikan, rumput laut, plankton dan sebagainya. Mereka berbagi tempat untuk hidup dalam terumbu karang. Begitu harmoni dalam warna-warni kehidupan. Dan diversifikasi dari olahan laut, termasuk air laut, dapat manusia manfaatkan seluruhnya.

“Hei Patih, kamu sedang ngelamun apa?” Rasti menepuk bahuku.

“Oh. Eh. Ehehehe, enggak kok Ras.”

Aduh, Tuhan memang Maha Adil. Dia menciptakan keindahan di laut, juga menciptakan indah di bumi. Untukku, indah yang mewujud di bumi itu Rasti. Lanjutkan membaca “Jumatulis #13 Senja di Pulau Tidung”